Rinjani adalah gunung api tertinggi kedua di Indonesia dan disebut-sebut sebagai gunung berapi dengan puncak terindah di Asia Tenggara.

Pesona Rinjani menjadikannya sebagai destinasi incaran wisatawan domestik dan internasional. Tak hanya puncaknya di ketinggian 3.726 mdpl yang menantang untuk ditaklukkan, keindahan alam berupa bukit, savana, dan danau di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani juga menjadi daya tarik destinasi alam di Pulau Lombok ini.

1. Gunung Api Tertinggi Kedua di Indonesia

Gunung Rinjani merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Kerinci. Gunung Rinjani masuk dalam daftar seven summits. Dari puncak Rinjani, kamu seperti berada di kaki langit yang luas tanpa batas. Terlihat pemandangan Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Tambora, serta tiga gili yang terkenal di Lombok: Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

2. Gunung Api Terindah di Asia Tenggara

Salah satu faktor pendukung kecantikan Rinjani adalah keberadaan Danau Segara Anak. Menurut mitos setempat, danau Rinjani ini adalah tempat persemayaman Dewi Anjani. Danau ini memang cantik dan teduh, para pendaki bisa menghabiskan waktu berhari-hari camping di tepi danau ini.

3. Gunung Barujari

Gunung Barujari juga sering disebut sebagai Gunung Anak Rinjani. Letaknya berada di Danau Segara Anak. Gunung ini terbentuk dari letusan Rinjani. Keindahan pemandangan Gunung Barujari dan Segara Anak bisa dilihat saat melakukan summit dari Plawangan.

4. Tiga Jalur Pendakian

Gunung Rinjani punya tiga jalur pendakian yang paling sering digunakan pendaki, yaitu jalur Senaru, jalur Sembalun, dan jalur Torean. Dari ketiganya, jalur Sembalun dan Senaru paling banyak dilalui pendaki untuk menuju puncak Rinjani.

Mountain calling! #rinjani #lombok #sembalun #travel #adventure #mountrinjani #explorelombok

A post shared by Alex Zulfikar (@zulfikaralex) on

5. Gunung Pantai

Mendaki Rinjani hampir sama seperti main ke pantai. Panas dan terik. Saat musim kemarau, jalur summit sangat kering dan berdebu. Jalur trekking Rinjani berupa padang savana yang terhampar luas tanpa hutan belantara. Karena itu, siapin sunblock, topi, masker, sarung tangan bila perlu saat melakukan pendakian ke puncak Rinjani.

6. Garis Walacea

Gunung Rinjani terletak di zona transisi yang mempertemukan antara flora dan fauna dari dua bagian, yaitu zona tropis Asia bertemu dengan Australia. Beberapa fauna yang ada di Rinjani di antarnya Kijang, Musang, berbagai jenis burung, Lutung, dan Trenggiling. Pendaki juga akan mendapati hamparan savana yang sangat luas berhiaskan bunga edelweis.

7. Pengelolaan Terpadu

Gunung Rinjani memiliki badan pengelola khusus yang mengurusi masalah pendakian bernama Rinjani Tracking Management Board (RTMB). Manajemen RTMB disebut-sebut sebagai yang terbaik di Asia Tenggara untuk pendakian gunung. Sejumlah jasa yang ditawarkan antara lain mulai dari pemandu, porter, koki, hingga tempat penyewaan alat dengan harga resmi.

8. Nilai Spiritual

Selain nilai spiritual yang tinggi, Gunung Rinjani juga melambangkan perwujudan kerukunan antar umat beragama. Khususnya umat Hindu Lombok dan Islam Watu Telu. Pada waktu tertentu, umat Islam Watu Telu berdoa di Danau Segara Anak, sedangkan bagi Hindu melakukan ritual Mulam Pakelem untuk keharmonisan alam semesta. Sejumlah rumah adat Senaru juga menghadap ke Gunung Rinjani.

Tenda pagi di Plawangan. #rinjani #plawangan #mountrinjani #lombok #travel #adventure #explorelombok

A post shared by Alex Zulfikar (@zulfikaralex) on

9. Bukit Pergasingan

Apabila kamu melakukan pendakian Rinjani lewat jalur Sembalun, sempatkan untuk menginap satu malam di Bukit Pergasingan. Dari kawasan camp area bukit ini terlihat keindahan hamparan persawahan desa Sembalun. Bukit ini juga menjadi spot paling cantik untuk menikmati sunrise dan sunset di Sembalun.

10. Prestasi Internasional

Gunung Rinjani punya sederet prestasi internasional, terutama penghargaan kategori destinasi wisata berbasis ekologi dan masyarakat. Penghargaan tersebut antara lain World Legacy Award untuk kategori Destination Stewardship dari Conservation International and National Geographic Traveler tahun 2004. Tiga besar Tourism for Tommorow Award kategori Destination Award dari World Travel & Tourism Council tahun 2005, serta finalis Tourism for Tomorrow Award tahun 2007.

Ada pertanyaan atau komentar?