Bandara Changi udah seperti “rumah kedua” tiap kali saya transit Singapura. Udah lupa berapa kali saya tidur bermalam di bandara ini, lumayan buat menghemat beberapa lembar dolar daripada menginap di hostel.

Sejak November 2017, Terminal 4 Bandara Changi resmi dibuka. Terminal baru ini sangat keren dan modern. Gak heran kalo tiap tahun Changi dapet predikat bandara terbaik di dunia.

Desember kemarin saya mencoba sendiri pengalaman landing dan departure dari terminal baru ini. Seperti apa rasanya? Berikut sedikit gambaran dari Terminal 4 Bandara Changi.

Maskapai apa aja di T4?

Buat para backpacker, T4 ini ibarat surga karena AirAsia dan Cebu Pacific sama-sama ngetem di terminal ini. Maskapai lain yang beroperasi di T4 adalah Cathay Pacific, Korean Air, Spring Airlines, dan Vietnam Airlines.

Mesin cetak boarding pass di T4 Changi
Mesin cetak boarding pass di T4 Changi

Serba otomatis

Gak usah khawatir pekerjaan manusia diambil alih mesin di masa depan, karena hal itu udah terjadi. Di Changi, termasuk T4, hampir semua proses checkin: cetak boarding pass dan masukin bagasi, semua otomatis. Bahkan imigrasi pun pakai mesin. Proses ini disebut Fast and Seamless Travel (FAST). Hmm.. kapan ya bandara kita punya sistem kaya gini juga?

Gimana kalo belum bisa caranya atau belum terbiasa? Jangan khawatir karena ada petugas yang akan membantu dengan ramah.

Semua proses checkin pakai mesin otomatis, termasuk masukin bagasi
Semua proses checkin pakai mesin otomatis, termasuk masukin bagasi

Arsitektur

T4 Changi yang begitu modern tak melupakan heritage lokal Singpura dengan perpaduan budaya Melayu, China, India, dan pendatang lainnya. Salah satu spot keren adalah The Peranakan Gallery, yang merupakan kerjasama Changi dengan Singapore’s National Heritage Board.

Peranakan heritage di T4 Changi
Peranakan heritage di T4 Changi

Ingat kinetic rain yang menjadi ciri khas T1 Changi? Di T4 ini traveler dimanjakan dengan sentuhan seni lainnya yaitu Petalclouds. Karya seni berupa patung bergerak sepanjang 200 meter ini bisa dilihat hampir dari semua sudut terminal keberangkatan. Beberapa patung statis lainnya juga dipamerkan di T4.

Dengan skylight dan dinding kaca yang memungkinkan cahaya alami masuk, T4 ini ibarat bandara di tengah hutan saat siang. Terang dan alami. Di area T4 juga ada lebih dari 186 jenis pohon. Di sepanjang koridor utama, 160 pohon ficus membentuk boulevard pepohonan yang memisahkan boarding area dengan tempat umum.

Bak Kut Teh, sup favorit di Singapura, juga ada di T4 Changi

Nom nom nom…

Seperti juga tiga terminal lainnya, T4 dilengkapi banyak kafe, gerai produk-produk bermerk, souvenir, dan lounge. Sesuai dengan slogan baru wisata Singapura, Passion Made Possible, bandara Changi mengajak traveler menikmati selera lokal di dalam bandara, seperti roti prata, teh tarik, kaya toast, bak kut teh, dan laksa khas Singapura.

Juga ada Seven Eleven untuk backpacker dengan modal recehan koin dolar. Jadi, jangan khawatir kelaparan kalo transit lama di T4.

Tempat naik shuttle bus gratis dari T2 menuju T4 Changi
Tempat naik shuttle bus gratis dari T2 menuju T4 Changi

Gimana cara menuju T4?

Kalo kamu landing Changi di T1, T2, atau T3, carilah tulisan Bus to T4 yang ada di setiap lantai arrival/kedatangan. Kalo kamu tiba di Changi setelah naik MRT, yang pastinya turun di T2, maka kamu tinggal naik satu lantai ke kedatangan dan ada tulisan Bus to T4.

Shuttle bis gratis ke T4 ini ada setiap 10 sampai 15 menit dengan lama perjalanan kurang lebih cuma 5 menit. Bis-nya baru dan nyaman, bahkan masih tercium aroma pabrikan bis saat saya naik di bulan Desember 2017.

Ada pertanyaan atau komentar?