Apa yang paling bikin deg-deg-an selain nungguin jawaban lamaran kerja atau lamaran pacar? Jawabannya adalah nungguin approval visa.

Buat kita-kita pemegang paspor Indonesia, traveling ke luar negeri memang gampang-gampang susah. Beberapa negara yang ingin dikunjungi punya aturan ketat soal visa. Salah satunya Jepang.

Jepang. Siapa sih yang gak pengen gendong ransel ke Negeri Sakura? Saya sendiri udah lama planning backpackeran ke Jepang dan beruntung dapet tiket promo AirAsia PP 2 juta.

Tapi karena saya belum punya e-paspor, saya pun harus mengurus visa ke Kedubes Jepang. Untuk wilayah Jawa Timur, bisa mengurus di Konsulat Jendral Jepang di Surabaya, Jl. Sumatra No.93 Surabaya.

FYI, kalo kamu udah punya e-paspor, kamu cuma perlu visa waiver. Tapi beberapa kejadian sering juga visa waiver ditolak imigrasi Jepang. Jadi biar aman, meskipun kamu udah punya e-paspor, tetaplah mengurus visa biasa. Biaya pembuatan visa Jepang (Agustus 2016) adalah Rp 330.000 untuk Single Entry, Rp 660.000 Multiple Entry, dan Rp 80.000 Visa Transit.

Akihabara, hari kedua di Tokyo

Berikut langkah-langkah mengurus visa Jepang di Konjen Jepang di Surabaya.

Persiapan

1. Paspor. Ini wajib. Masa expired paspor maksimal 6 bulan sebelum perjalanan, lebih dari 6 bulan lebih bagus. Usahakan paspor jangan kosong alias belum ada stempel negara lain sama sekali. Minimal kamu udah punya 2-3 stempel negara Asia Tenggara seperti Singapura atau Malaysia.

2. EKTP asli dan foto kopi EKTP di kertas A4.

3. Fotokopi KK, juga di kertas A4.

4. Pas foto terbaru ukuran 4,5 x 4,5 cm satu lembar, background putih. Nantinya pas foto ini ditempel di lembar form pengajuan visa.

5. Rekening koran (rekap tabungan) tiga bulan terakhir. Cara bikinnya: dateng ke bank tempat kamu punya rekening, bilang rekening koran untuk urus visa, petugas bank pasti udah paham.

Berapa nominal rekening untuk visa Jepang? Tidak ada ketentuan pasti. Tapi, pakai rumus sederhana ini: Perikiraan Biaya Hidup Selama di Jepang X 2. Misal, kamu akan ke Jepang selama 5 hari. Anggap saja biaya hidup kamu totalnya Rp 5 juta, maka kamu harus punya saldo rekening minimal Rp 5 juta X 2 = Rp 10 juta.

UPDATE 24 JANUARI 2018:
Minimal saldo di rekening sejumlah RP 30.000.000 per orang.

6. Dokumen perjalanan. Print semua dokumen perjalanan seperti tiket pesawat PP, booking hotel, dll di kertas A4.

7. Buat surat keterangan kerja dari perusahaan atau kantor kamu bekerja, dengan kop surat resmi dan kertas A4. Contoh surat keterangan kerja bisa lihat di sini. Kalo kamu pelajar/mahasiswa, buat surat keterangan dari sekolah/kampus. Kalo kamu wiraswasta/usaha sendiri, buat surat pernyataan dengan materai Rp 6000.

8. Isi form pengajuan visa dan form itinerary selama di Jepang dengan benar dan jelas. Form pengajuan visa bisa kamu download di sini, form itinerary download di sini.

9. Setelah berkas-berkas tadi semuanya lengkap, masukkan ke dalam map (warna bebas). Semua berkas tadi tidak boleh disteples, gunakan clip atau biarkan tertumpuk rapi di dalam map.

Urutan berkas di dalam map, dari bawah ke-atas: (1) surat kantor, (2) rekening koran, (3) itinerary, (4) print tiket PP dan booking hotel, (5) fotokopi EKTP dan EKTP asli, (6) formulir permohoonan visa dan pas foto yang udah ditempel, (7) paspor.

Pengurusan

Langkah berikutnya adalah mengurus visa ke Konjen Jepang di Surabaya.

1. Datang sendiri, tidak boleh diwakilkan. Pakaian formal dan bersepatu.

Jalur menuju Konjen Jepang di Surabaya:

2. Karena saya tinggal di Malang, rute perjalanan dengan bis umum adalah sebagai berikut:

(1) Naik bis dari terminal Arjosari menuju Bungurasih. Usahakan berangkat pagi, jangan lewat dari jam 5.30. Lebih pagi lebih baik. Bis Malang-Surabaya dari terminal Arjosari berangkat paling pagi jam 4.30. Kalo bisa, hindari hari Senin, pilih tengah pekan seperti Rabu atau Kamis karena lebih sepi.

(2) Sampai di terminal Bungurasih, ada beberapa pilihan bis kota Damri menuju Konjen Jepang di Surabaya. Saya pilih naik Damri jalur Bungurasih – Perak AC dengan ongkos RP 6.000, turun di Olympic, dan jalan kaki 15 menit ke Konjen Jepang dengan jalur seperti ini:

(3) Konjen Jepang di Surabaya terletak persis di ujung pertigaan Jl. Sulawesi dan Jl. Jawa (belakang RS Siloam). Sampai di pos satpam, bilang aja kalo mau urus visa. Isi buku tamu dan titipkan HP, kamera, dsb di pos satpam. Sebelum masuk, tas kamu juga akan diperiksa dengan X-ray seperti di bandara.

(4) Setelah masuk ruangan, pencet dan ambil nomor antrian, kemudian tekan bel di loket bagian pengurusan visa. Setelah nomor kamu dipanggil, seorang petugas akan mengecek kelengkapan berkas-berkas yang kamu bawa dan menyerahkan sebuah form kecil untuk keperluan pengambilan visa.

Pengambilan

Pengambilan visa biasanya perlu waktu 3-4 hari kerja. Sampai waktu pengambilan, kita gak akan tahu apakah visa approve atau tidak (harap-harap cemas). Apabila approve, siapkan uang tunai Rp 330.000 saat pengambilan. Kalo tidak approve, tak perlu bayar dan jangan kecewa karena mungkin belum waktunya kamu ke Jepang, masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan diri ke Negeri Sakura.

Catatan: Kita tidak akan diberi tahu alasan penolakan visa karena itu bersifat rahasia. Kita hanya menebak-nebak, bisa jadi karena stempel paspor kamu masih kosong, bisa jadi karena rekening koran kamu yang meragukan, bisa jadi karena itinerary kamu kurang jelas, atau hal-hal sepele lain seperti kesalahan penulisan di form pengajuan dan sebagainya. Jadi, pastikan semua kelengkapan dan isian berkas-berkas sebelum menyerahkan pengajuan visa.

Setelah visa jadi, rasanya sangat lega. Tak sabar bertualang kembali di Negeri Sakura!

2 thoughts on “Cara Bikin Visa Jepang di Konjen Surabaya

    1. fajarsobir:
      tetep ada peluang diterima, tapi sebaiknya sih minimal ada stempel negara2 bebas visa spt malaysia, singapore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *