Pulau Alor memang eksotik. Meski tak sepopuler Taman Nasional Komodo, Alor yang terletak di ujung timur Kepulauan Flores ini layak disebut sebagai destinasi bawah laut terbaik Indonesia -setelah Raja Ampat. Tapi bukan berarti non diver tak bisa menikmati Alor. Pecinta pantai, snokeling, kuliner, dan budaya akan takjub dengan keindahan tersembunyi Alor.

Untuk non diver yang ingin menikmati Alor, sebaiknya ambil waktu minimal 3 hari 2 malam. Meski tidak diving, setidaknya kamu bisa berenang atau snorkeling tanpa pelampung alias free dive. Bawalah snorkel dan fins sendiri karena persewaan di Alor masih terbatas.

Monumen di pusat kota Kalabahi
Monumen di pusat kota Kalabahi

Hari Pertama

Ambil penerbangan pagi dari Kupang menuju Bandara Mali, Alor. Setelah landing, kamu bisa langsung menuju Desa Adat Takpala yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan mobil dari bandara. Berfoto dengan baju adat Alor bisa kamu lakukan di Takpala. Dari destinasi ini, kamu bisa menuju Pantai Batu Putih yang terkenal dengan batuan kapur pada tebing pantai. Untuk makan siang, pilihannya ada di Kalabahi, ibu kota Alor. Tak lupa berfoto di Monumen Perjuangan Rakyat Alor dan tulisan Kalabahi Kota Kenari, akronim dari kecil, elok, nyaman, aman, rapi, dan indah. Pantai Sebanjar sangat cocok untuk menghabiskan waktu senja karena lokasi ini merupakan salah satu spot sunset terbaik di kawasan Alor Kecil.

Desa adat Takpala
Desa adat Takpala

TIPS: Lokasi penginapan terbaik di Alor adalah Pulau Kepa, letaknya hanya sepelemparan batu dari Alor Kecil (menyeberang cuma DUA MENIT naik perahu motor, orang lokal menyebutnya ojek laut).

Pantai Ling'al
Pantai Ling’al

Hari Kedua

Island hopping keliling Alor. Destinasi pertama: Pantai Ling’al. Spot paling jauh ini jaraknya dua jam naik perahu motor dari Kepa. Meski jauh, pantai ini worth it dikunjungi, salah satu view pantai paling cakep di Alor. Setelah puas di Ling’al, kamu bisa menyeberang ke Bekal dan Hirang, kemudian lanjut snorkeling di Pulau Pura dan Pulau Ternate. Pernah dengar sopi atau moke? Pulau Pura terkenal sebagai penghasil minuman khas Alor ini. Perairan Pulau Pura dan Pulau Ternate sangat cocok untuk penikmat bawah laut. Snorkeling dan free dive di lokasi ini kamu akan sering melihat bubu, perangkap ikan tradisional khas Alor yang terbuat dari bambu.

Snorkeling di Pulau Pura
Snorkeling di Pulau Pura

TIPS 1: Arus bawah di perairan Alor sangat kuat dan kencang. Kalau tidak mahir berenang atau snokeling, kamu harus ekstra waspada karena rawan terseret arus.

TIPS 2: Sisihkan waktu untuk belanja ikan segar di pasar tradisional Alor Kecil. Ikan kakap, tongkol, dan ikan raja di sini sangat murah dan besar-besar. Cukup untuk pesta barbeque sampai mabok ikan (dan sopi) semalaman.

Pesta ikan tongkol dan ikan raja di Marangki Kepa, Pulau Kepa
Pesta ikan tongkol dan ikan raja di Marangki Kepa, Pulau Kepa

Hari Ketiga

Sebelum check-out, cobalah main-main ke sisi utara Pulau Kepa. Di sini kamu tak perlu berenang untuk menikmati terumbu karang, soft coral, dan ikan warna-warni karena semua tampak di permukaan saat air laut surut. Dengan latar belakang Pulau Pura dan Pulau Ternate, landscape pagi hari di pantai ini terlalu cakep untuk tidak diposting di Instagram.

Pulau Kepa di Alor dengan latar belakang Pulau Pura
Pulau Kepa di Alor dengan latar belakang Pulau Pura

Rekomendasi Penginapan di Alor

Ada dua penginapan di Pulau Kepa, yaitu Le Petite dan Marangki Kepa. Keduanya bertipe bungalow dan terletak di pinggir pantai, sangat cocok untuk beach hunter dan scuba diver. Apabila dua tempat ini penuh, alternatif penginapan dan homestay ada di Sebanjar dan Alor Kecil.

MARANGKI KEPA
Instagram: @marangki.kepa
Telp/SMS: +62853-3938-3880
Whatsapp: +62812-3620-0040

LE PETITE KEPA
Website: alor-diving-kepa.com
Telp/SMS: +62813-3910-2403

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *