Phnom Penh terkenal dengan kuil-kuil dan pagoda Buddha serta istana raja yang sepintas mengingatkan kita pada Bangkok. Salah satu destinasi di Phnom Penh yang membuat kita langsung ingat Bangkok adalah Royal Palace. Bangunan ini memiliki bentuk, fungsi, dan struktur yang kurang lebih sama dengan Grand Palace.

Hampir seluruh bangunan utama Royal Palace dan Silver Pagoda menghadap timur, sehingga waktu terbaik berkunjung ke tempat ini adalah pagi sampai siang hari. Wisatawan bisa menggunakan jasa guide yang fasih berbahasa Inggris, Mandarin, dan sebagian bisa berbahasa Melayu.

The Royal Palace dominates the diminutive skyline of Phnom Penh with its classic Khmer roofs and ornate gilding. It’s a striking structure near the riverfront of Mekong River, bearing a remarkable likeness to its counterpart in Bangkok.

Being the official residence of King Sihamoni, parts of the palace are closed to the public. Visitors are allowed to visit only the throne hall and a clutch of buildings surrounding it. Adjacent to the palace, the Silver Pagoda complex is also open to the public. The palace gets very busy on Sundays, when countryside Khmers come to pay their respects, but being in amidst the thronging crowds of locals can be a fun way to experience the place.

Visiting The Royal Palace of Cambodia in Phnom Penh

Seluruh bangunan Royal Palace dan Silver Pagoda pernah ditutup sekitar tahun 70an saat rezim Khmer Merah berkuasa di Kamboja (1975-1979), kemudian berlanjut dengan rezim komunis pada tahun 1980an. Pada tahun 1993, Royal Palace kembali dibuka ketika sistem kerajaan kembali berkuasa di Kamboja. Bangunan utama yang terlihat dari taman di luar area istana adalah Preah Tineang Chanchaya atau Chanchaya Pavilion. Yang identik dengan bangunan ini adalah atap bergaya Thailand dan foto besar Raja Norodom.

Preah Tineang atau The Throne Hill adalah bangunan utama yang berfungsi sebagai aula Raja menerima tamu kebangsaan atau pertemuan kenegaraan. Wisatawan tidak bisa masuk ke dalam gedung ini, tapi masih bisa berfoto di bagian luar gedung.

Visiting The Royal Palace of Cambodia in Phnom Penh

There are many buildings inside palace area. The Throne Hall orThe Preah Timeang Tevea Vinicchay is the primary audience hall of the King, used for coronations and diplomatic and other official meetings. Attached to the Palace compound, Wat Preah Keo Morokat or simply The Silver Pagoda, is unique amongst pagodas.

So named for its silver tiled floor, it is where the King meets with monks. Tour guides are available at the gate, and though they charge a fee, are still recommended. As most of the buildings face east, the best light for photos is in the morning hours.

Visiting The Royal Palace of Cambodia in Phnom Penh

Memasuki area dalam bangunan istana, terdapat Hor Samran Phirun yang identik dengan taman pisang kipas. Di dalam bangunan ini terdapat sejumlah souvenir dari kerajaan dan negara-negara sahabat. Bangunan lain di dalam Royal Palace diberi nama Napoleon III Pavilion. Nama ini dipakai untuk menghormati Puteri Eugenie, istri Napoleon III yang berkunjung pada tahun 1869.

Tepat di sisi selatan Royal Palace terdapat bangunan bersejarah lainnya, yaitu Silver Pagoda. Wisatawan tidak dipungut biaya untuk masuk ke Silver Pagoda. Tempat ini masih aktif digunakan untuk acara keagamaan negara, sehingga wisatawan diwajibkan memakai baju tertutup dan celana panjang saat berkunjung ke tempat ini.

Visiting The Royal Palace of Cambodia in Phnom Penh

The Royal Palace
Address: Preah Reach Veang, Sothearos Blvd. between Streets 240 & 184.
Opening hours: 8am – 11am / 2pm – 5pm daily.
Admission fee: USD 6.5 / person (25,000 Riel).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *